Orang tua wajib mengetahui game yang sebaiknya tidak dimainkan oleh anak kecil, seperti Roblox. Hal ini karena permainan tersebut memiliki rekomendasi umur batasan, antara lain 16 tahun. Untuk umur di bawah itu, wajib ada verified parental approval.
Tidak hanya Roblox, ada game lain yang sebaiknya dipantau oleh orang tua yang memiliki anak yang masih kecil. Apa sajakah permainan itu? Yuk, baca artikel ini hingga akhir.
Kenapa Orang Tua Harus Mendampingi Anak Bermain Game?

Melansir Halodoc, orang tua harus mendampingi anak bermain game agar tidak kecanduan. Penggunaan konsol game ataupun smartphone harus dibatasi agar tidak mengganggu aktivitas fisik anak sehari-hari.
Terlalu lama bermain game online tanpa pendampingan juga akan membuat anak menyerap hal-hal buruk. Kata-kata yang kasar dan umpatan sering terjadi selama permainan online berlangsung.
Jika tidak ada pengawasan orang tua, buah hati akan mengikuti hal buruk tersebut. Hal ini sangat berpengaruh terhadap sikap mereka dalam kehidupan sosialisasi sehari-hari, termasuk terhadap orang tua.
Tidak hanya dalam game online saja, orang tua juga harus berpartisipasi dalam menjaga anak ketika berada di tempat bermain sensorik. Ini karena anak bisa saja bersikap tidak supportif ketika bermain, membuat anak lain merasa tidak nyaman.
Dengan mengawasi anak bermain di playground, orang tua sudah mengajari anak-anak untuk melatih basic life skills. Kemampuan ini sangat krusial bagi tumbuh kembang anak di masa depan.
10 Game yang Sebaiknya Tidak Dimainkan Anak
Adanya daftar game yang dilarang untuk anak kecil mengharuskan orang tua untuk bermain bersama buah hati. Ada banyak aktivitas terbaik yang bisa dilakukan oleh orang tua bersama anak mereka.
Dengan mengetahui aktivitas terbaik bersama anak, orang tua dapat membantu anak untuk menghindari 10 game yang sebaiknya tidak dimainkan anak, terlebih ketika mereka masih di jenjang SD.
Seluruh game di bawah ini sudah dilengkapi dengan rating usia berdasarkan Entertainment Software Rating Board (ESRB) dan Pan European Game Information (PEGI) yang bertanggung jawab dalam menilai kelayakan game untuk umur tertentu.
1. Grand Theft Auto V (GTA V)
Grand Theft Auto atau yang dikenal dengan nama GTA merupakan game khusus orang dewasa. Ini karena GTA V memiliki konten kekerasan, kriminalitas, dan narkotika, sehingga cukup berbahaya jika dimainkan oleh anak di jenjang SD.
Game ini salah satu yang sebaiknya tidak dimainkan untuk anak kecil, dengan alasan terdapat konten dewasa. Permainan ini dirancang untuk orang yang sudah berusia 18+ (PEGI) atau sudah cukup dewasa, yaitu berada di usia 17+ (ESRB). Dengan begitu, anak SD tidak diizinkan untuk memainkan GTA karena belum cukup usia.
Jauh lebih baik bagi orang tua untuk mengajak buah hati bermain di destinasi yang tepat, seperti playground, dibandingkan dengan bermain game yang membawa dampak buruk kepada mereka.
2. Roblox
Roblox termasuk ke dalam game yang dilarang untuk anak di jenjang SD. Ini karena permainan tersebut memiliki maps atau konten buatan creator yang tidak sesuai umur. Bahkan, beberapa fitur dapat membuat buah hati menjadi pribadi yang toksik.
Permainan ini memiliki fitur voice chat bagi yang sudah berusia legal. Fitur ini kerap disalahgunakan karena pemain mengeluarkan kata-kata kasar serta umpatan melalui voice chat.
Bahkan, Mendikdasmen sudah mengeluarkan pernyataan adanya larangan bermain Roblox bagi anak di bawah umur. Hal ini disebabkan oleh adanya konten kekerasan dan seksual yang sebaiknya tidak dikonsumsi anak kecil.
Tanpa adanya pendampingan orang tua, anak-anak akan mengikuti kebiasaan buruk tersebut. Hal ini berujung pada buah hati yang berubah toksik dan sulit untuk diberi nasihat.
3. Call of Duty Series
Call of Duty atau CoD merupakan permainan perang dengan desain realistis yang membuat grafik game ini terasa nyata. Game ini mengandung adegan kekerasan yang intens.
Untuk gamenya sendiri, memiliki rating M, yaitu Mature 17+ (ESRB) dan rated 18 (PEGI). Dengan label usia yang sudah jelas, anak-anak di jenjang SD tidak diperkenankan untuk bermain game ini.
Sebagai gantinya, para orang tua sebaiknya mengajak buah hati untuk bermain permainan anak di rumah. Ini membantu agar anak-anak tidak terpapar konten brutal yang dihadirkan dalam game CoD.
4. Mortal Kombat Series
Mortal Kombat menjadi salah satu game yang dilarang di Indonesia karena memiliki grafik kekerasan ekstrem. Visual brutal dihadirkan oleh game ini, sehingga tidak cocok untuk anak di jenjang sekolah dasar.
Game ini dikenal dengan konsep “fatality” yang sangat berbahaya untuk disaksikan. Ini membuat game tersebut tidak boleh dimainkan sama sekali oleh anak, meskipun ada pengawasan orang tua.
Berdasarkan rating game, Mortal Kombat series memiliki age-restricted policy di umur 18 tahun (PEGI) dan Mature 17+ (ESRB). Karena itulah, game ini tidak cocok bagi anak-anak di bawah umur.
5. Resident Evil Series
Resident Evil Series termasuk ke dalam game yang dilarang untuk anak karena memiliki age-restricted yang cukup ketat. Game ini sendiri dapat dimainkan oleh orang berusia 18 tahun (PEGI) atau 17+ tahun (ESRB).
Permainan ini mengandung elemen horor serta jumpscare. Kedua aspek ini membuat anak-anak merasakan ketakutan luar biasa jika bermain game tersebut. Bahkan, terdapat unsur gore yang membuat anak merasa tidak nyaman.
Jauh lebih baik bagi orang tua untuk mengajak buah hati ke tempat bermain anak di Bali. Seluruh tempat bermain ini menawarkan permainan yang mampu mengasah keterampilan anak, seperti sensorik, motorik, dan kognitif.
6. Manhunt
Game yang dilarang untuk anak kecil ini memiliki nuansa horor psikologis yang menyeramkan. Anak-anak akan merasa tidak nyaman selama bermain game dari Rockstar Games ini.
Rasa tidak nyaman tersebut akan membuat mental anak menjadi penakut. Untuk itu, sebaiknya Manhunt tidak dimainkan oleh anak berusia di bawah 18 tahun. Manhunt sendiri memiliki rating M for Mature (17+) dari ESRB.
7. The Last of Us
Meskipun dikenal sebagai game dengan storyline menarik, The Last of Us tidak cocok dimainkan oleh anak-anak. Permainan ini memiliki banyak visual sadis dan menyeramkan karena pemain dihadapkan pada zombie.
Visual tersebut dapat membuat anak-anak merasa ketakutan dan tidak nyaman. The Last of Us sendiri memiliki age-restricted policy, yaitu untuk anak usia 17 tahun ke atas atau 18 tahun ke atas.
Orang tua lebih baik mengajak anak-anak untuk mengunjungi wahana bermain anak di Bali. Momen bermain ini tidak mudah dilupakan, membuat buah hati memiliki memori indah bersama orang tua.
8. PUBG / Battle Royale Games
PUBG atau Battle Royale Games memiliki grafik tembak-menembak yang dapat menyebabkan agresivitas. Bahkan, anak-anak dapat kecanduan yang menjadi dampak negatif dari permainan tersebut.
Dengan grafik tembak-menembak dan adanya unsur kekerasan, PUBG memiliki age-restricted policy dan hanya bisa dimainkan oleh anak berusia 16+ (PEGI) atau remaja (ESRB).
9. Among Us
Meskipun memiliki grafik yang terkesan ‘lucu’, Among Us menjadi salah satu game yang dilarang untuk anak di Indonesia. Game ini memiliki konsep ‘imposter’ yang melibatkan kebohongan dan manipulasi.
Dengan konsep tersebut, ESRB memberikan rating usia 10 tahun untuk Among Us. Sehingga anak-anak berusia di bawah 10 tahun tidak boleh memainkan game dengan unsur manipulasi ini.
10. Outlast
Terakhir, terdapat Outlast yang mengusung konsep horor psikologis. Anak di bawah umur akan merasa tidak nyaman selama bermain game ini. Permainan ini termasuk game yang dilarang untuk anak kecil.
Dalam age-restricted policy, Outlast sendiri memiliki rating usia M (Mature 17+) dari ESRB dan 18 tahun dari PEGI. Sehingga permainan ini tidak ditunjukkan kepada anak di bawah usia tersebut.
Kesepuluh permainan di atas tidak boleh dimainkan oleh anak-anak SD yang masih di bawah umur. Sebagai bentuk hiburan lain, orang tua dapat mengajak buah hati ke tempat bermain di Bali yang menarik, seperti Mai Main Playground.
Mai Main Playground: Permainan Edukatif untuk Anak
Menjaga anak adalah sebuah kewajiban bagi para orang tua. Adanya game konsol dengan akses yang mudah di zaman ini pasti akan menambah kekhawatiran tersendiri.
Saat ini para orang tua wajib memberikan perhatian lebih kepada anak untuk game. Agar mereka mengetahui batasan yang sesuai dengan umur mereka.
Agar tidak bosan, ajaklah buah hati anda untuk bermain di luar ruangan atau tempat bermain khusus seperti playground. Banyak permainan edukatif yang akan bermanfaat untuk mendukung tumbuh kembang anak.


