Mengenal Picky Eater pada Anak dan Tips Menghadapinya

Mengenal Picky Eater pada Anak dan Tips Menghadapinya

admin

24 Agustus 2026

Picky eater pada anak adalah kondisi ketika si kecil cenderung memilih makanan tertentu dan menolak untuk mencoba makanan baru atau berbeda. Hal ini wajar terjadi saat tumbuh kembang, namun dapat memengaruhi asupan nutrisi dalam jangka waktu lama.

Artikel ini berguna bagi Anda sebagai orang tua untuk mengenali pengertian picky eater, gejala, dan penyebabnya. Dengan mengetahui kondisi si kecil yang pilih-pilih makanan, Anda dapat mengatasi kebiasaan buruk tersebut agar ia mendapatkan asupan nutrisi yang seimbang.

Mengenal Picky Eater

Picky eater artinya perilaku ketika anak sangat selektif dalam memilih makanan, bahkan hingga menolak makanan tertentu dan menyukai beberapa jenis makanan saja. Si kecil enggan mencoba menu baru atau meminta makanan yang disajikan dengan cara spesifik.

Fase ini wajar terjadi, terlebih ketika anak masih berusia sekitar dua hingga empat tahun. Anak mulai menunjukkan kemandirian, mengalami perubahan selera, dan sering merasa ragu terhadap makanan yang belum dikenalnya.

Berdasarkan perilaku yang ditunjukkan ketika menyantap makanan, picky eater dapat dikelompokkan menjadi tujuh jenis. Ini membantu Anda untuk mengetahui apa itu picky eater yang sebenarnya.

1. The Regressor atau Anak yang Mengalami Kemunduran

Perilaku ini menunjukkan bagaimana anak menolak makanan yang dahulu sempat disukainya. Perubahan ini terjadi saat anak memasuki usia balita dan mulai ingin menentukan pilihannya sendiri ketika sedang menyantap hidangan di piringnya.

2. The Flavor Hater atau Pembenci Rasa Kuat

The Flavor Hater merupakan salah satu perilaku picky eater pada anak yang lebih menyukai makanan dengan rasa sederhana atau cenderung hambar. Ia menolak untuk menyantap makanan berbumbu, memiliki aroma kuat, terasa asam, pahit, atau pedas.

3. The Drink Lover atau Penyuka Minuman

Anda harus mengetahui bahwa picky eater tidak hanya berkaitan dengan makanan, tetapi juga dengan minuman yang dikonsumsi. Seorang anak yang memiliki perilaku The Drink Lover lebih tertarik untuk minum, seperti susu, jus, atau minuman lainnya, dibandingkan dengan mengonsumsi makanan.

4. The Texture Sensitive atau Anak yang Sensitif pada Tekstur

Selain karena rasanya, seorang anak dapat disebut sebagai picky eater karena sensitif terhadap tekstur. Si kecil mungkin tidak menyukai makanan yang keras dan lebih suka hidangan yang lembut atau sebaliknya.

5. The Gagger atau Anak yang Mudah Mual

Perilaku ini terjadi ketika si kecil menunjukkan reaksi seperti ingin muntah ketika melihat, mencium, menyentuh, atau mencoba makanan tertentu. Ini terjadi karena anak mengalami sensitivitas sensorik, kesulitan mengunyah atau menelan, atau pengalaman makan yang membuatnya takut.

6. The Presentation Picky Eater atau Pemilih Bentuk Penyajian

Anda mungkin akan melihat bagaimana anak hanya mau makan ketika makanan disajikan dengan bentuk atau susunan tertentu. Perilaku ini dapat diatasi dengan memperkenalkan perubahan kecil secara perlahan, bukan langsung mengubah seluruh penyajian.

7. The Color Picky Eater atau Pemilih Warna

Anak hanya ingin mengonsumsi makanan dengan warna tertentu, seperti memilih makanan berwarna putih atau krem dan menolak langsung makanan berwarna lain. Perilaku ini membuat anak kesulitan mendapatkan asupan nutrisi karena tidak bisa mendapatkan asupan lain dari makanan penunjang tumbuh kembangnya.

Seluruh perilaku ini dapat menjadi perhatian penting bagi Anda sebagai orang tua. Pola makan yang sangat terbatas dan mengganggu kesehatan maupun aktivitas sosial dapat mengarah pada gangguan makan yang membutuhkan penilaian profesional.

Untuk itu, penting untuk mengenal gejala picky eater pada anak untuk membantu anak mengatasi perilaku tersebut. Hal inilah yang membuat anak dapat menerima makanan dan minuman yang disajikan untuk asupan nutrisi utamanya.

Gejala Picky Eater Pada Anak

Terdapat beberapa gejala picky eater yang terjadi dalam keseharian buah hati dalam tumbuh kembangnya. Seluruh gejala ini sangat mudah dikenali karena dapat ditunjukkan secara jelas oleh si kecil.

1. Hanya Mau Mengonsumsi Makanan Tertentu

Gejala yang paling mudah dikenali adalah si kecil hanya mau mengonsumsi makanan tertentu. Ia bahkan cenderung meminta menu yang sama berulang kali tanpa mau mencoba makanan lain yang memiliki rasa dan tekstur berbeda dari yang biasa dikonsumsinya.

2. Sering Menolak Makanan Baru

Picky eater sering melibatkan penolakan terhadap makanan baru, bahkan si kecil langsung mengatakan tidak ketika melihat makanan yang belum dikenalnya. Ia mungkin menolak makanan tersebut sebelum mencicipi, bahkan hanya berdasarkan warna, aroma, atau tampilannya.

3. Makanan Favorit Sering Berubah

Si kecil mungkin menyukai suatu hidangan, namun di hari berikutnya tiba-tiba menolak dan enggan mengonsumsi makanan tersebut. Jika sering terjadi, anak mungkin mengalami kondisi picky eater di kemudian hari karena makan berdasarkan preferensinya saja.

4. Menolak Makanan Berdasarkan Tekstur

Gejala berikutnya adalah anak hanya ingin makan makanan dengan tekstur tertentu, seperti renyah, lembut, atau halus. Ia akan menolak untuk mengonsumsi daging karena sulit dikunyah, sayuran yang terlalu berserat, dan makanan berkuah yang dianggap terlalu basah.

5. Sensitif terhadap Aroma, Rasa, atau Warna

Sebagian anak menolak makanan dengan aroma kuat, rasa pahit, asam, pedas, atau bumbu yang terlalu kuat. Ini menjadi gejala bahwa anak menjadi picky eater karena ia cenderung mengonsumsi makanan dengan aroma, rasa, dan warna yang familiar saja.

Mengenali gejala sejak dini menjadi langkah awal Anda sebagai orang tua untuk mengatasi kebiasaan memilih makanan secara ekstrem. Sebelum mengetahui cara mengatasi kondisi ini, Anda harus mengetahui penyebab mengapa si kecil menjadi picky eater.

Penyebab Picky Eater

Mengenali penyebab picky eater dapat membantu Anda mengatasi permasalahan tersebut dalam tumbuh kembang si kecil. Ada beberapa penyebab yang menjadi alasan utama ia memilih makanan yang dikonsumsi.

1. Pola Makan yang Tidak Teratur

Salah satu penyebab utama anak menjadi picky eater adalah pola makan yang tidak teratur. Sebagai contoh, anak lebih sering mengonsumsi makanan ringan daripada makanan utama setiap harinya.

2. Makanan Terasa Aneh di Lidah Anak

Pada usia anak-anak, si kecil memiliki banyak papila pengecap pada lidahnya dibandingkan dengan orang dewasa. Inilah yang menyebabkan ia lebih sensitif terhadap rasa makanan yang membuatnya memilih-milih makanan.

3. Anak Tidak Lapar atau Masih Kenyang

Ada momen di mana anak terlihat tidak nafsu makan atau tidak lapar sama sekali, yang membuatnya seperti sosok yang memilih-milih makanan. Hal ini cukup normal terjadi selama si kecil tidak mengalami gangguan pola makan dan pertumbuhannya tergolong aman.

4. Makanan yang Disajikan Tidak Menarik

Tanpa disadari, menyajikan makanan dengan penampilan tidak menarik dapat memengaruhi anak menjadi sosok picky eater. Penampilan makanan yang menarik dapat meningkatkan selera makan anak, sehingga si kecil terhindar dari kebiasaan memilih makanan.

Itulah keempat penyebab mengapa seorang anak menjadi picky eater. Jika ingin mengatasi permasalahan ini, Anda dapat menyimak beberapa tips ampuh di bawah ini agar anak tidak memiliki kebiasaan memilih-milih makanan.

Cara Mengatasi Anak yang Picky Eater

Mengikuti beberapa cara untuk mengatasi anak yang picky eater dapat membantu si kecil mengenal berbagai jenis makanan. Hal ini bahkan memudahkannya untuk menerima asupan nutrisi yang lengkap.

1. Jangan Memaksa Anak untuk Makan

Anda sebagai orang tua harus tetap sabar dan tidak memaksa anak mengonsumsi makanan yang tidak ia sukai. Dibutuhkan waktu sekitar 10–15 percobaan sampai anak terbiasa untuk memakan suatu makanan.

2. Sajikan Makanan yang Bervariasi

Untuk mengatasi masalah makan ini, Anda dapat menyajikan makanan dengan bervariasi, mulai dari bentuk, susunan, hingga warna yang berbeda. Bahkan, memberikan nama pada tiap makanan, seperti ‘Si Jagoan’, dapat menarik perhatian anak untuk mengonsumsi makanan tersebut.

3. Perbolehkan Anak Menyentuh Makanan

Tidak ada salahnya untuk memberikan kesempatan bagi si kecil untuk menyentuh makanan yang disajikan di piringnya. Ini membantunya untuk mengenali makanan yang akan dikonsumsi sebelum Anda menyuapi makanan tersebut kepada buah hati.

4. Buat Suasana Makan yang Menyenangkan

Anda dapat menyajikan makanan menggunakan tempat makan yang lucu dan menyertakan makanan yang paling disukai oleh si kecil. Kemudian, Anda bisa memulai suapan pertama dengan makanan yang tidak terlalu disukai buah hati dan memberikan makanan kesukaannya di akhir.

5. Berikan Contoh yang Baik

Anak adalah peniru yang baik, dan inilah yang menjadi alasan mengapa Anda harus memberikan contoh mengonsumsi makanan yang baik. Coba untuk mengonsumsi makanan tersebut di depannya sesering mungkin dan ungkapkan bahwa makanan tersebut enak, sehingga si kecil memiliki rasa penasaran untuk mencoba.

Kesimpulan

Fase picky eater pada anak adalah hal yang normal terjadi. Anda hanya perlu mengenali gejala dan penyebabnya dengan baik untuk bisa mengatasi permasalahan tersebut, sehingga anak tidak memiliki kebiasaan memilih-milih makanan untuk asupan nutrisi yang lengkap.

Untuk membuat momen makan menjadi menyenangkan dengan cara bermain, Anda dapat mengajak si kecil ke Mai Main Playground. Arena bermain yang dilengkapi dengan tempat makan memudahkan si kecil untuk menikmati setiap suapan dengan permainan yang seru.

FAQs

1. Apakah pilih-pilih makanan merupakan ciri ADHD?

Tidak selalu. Picky eating bukan gejala utama maupun kriteria diagnosis ADHD. Gejala utama ADHD berkaitan dengan kesulitan memusatkan perhatian, hiperaktivitas, dan perilaku impulsif. Karena itu, anak tidak dapat dianggap memiliki ADHD hanya karena ia pilih-pilih makanan.

2. Picky eater sampai usia berapa?

Picky eating paling umum terjadi pada usia balita, terutama sekitar usia dua hingga empat tahun. Pada banyak anak, kebiasaan ini mulai berkurang dan membaik sekitar usia lima tahun seiring berkembangnya kemampuan anak menerima rasa, tekstur, dan makanan baru.

Meski demikian, tidak ada batas usia yang sama untuk setiap anak. Sebagian anak masih pilih-pilih makanan saat memasuki usia sekolah. Apabila pilihan makanan semakin sedikit, anak menolak seluruh kelompok makanan, atau pola tersebut mengganggu pertumbuhan dan kehidupan sehari-hari, kondisi itu perlu dievaluasi lebih lanjut.

3. Apakah anak yang pilih-pilih makanan merupakan pertanda buruk?

Tidak selalu. Picky eating umumnya merupakan bagian normal dari perkembangan anak, terutama jika anak tetap aktif, terlihat sehat, berat badannya bertambah, dan masih mengonsumsi makanan dari beberapa kelompok pangan. Orang tua sebaiknya menilai pola makan anak selama beberapa hari atau satu minggu, bukan hanya pada satu kali waktu makan.

image
© Copyright 2026, Mai Main Playground by The Wonderspace