screen time anak

Screen Time Anak: Batasan Usia, Dampak, dan Cara Atur

admin

17 Juli 2026

Screen time anak merupakan waktu yang digunakan untuk menatap layar elektronik, seperti gadget atau televisi, sebagai sarana hiburan. Hal ini sering kali menjadi perdebatan orang tua. Banyak yang menganggap bahwa waktu ini boleh diberikan, tetapi tidak sedikit pula yang menentangnya. 

Memberikan screen time pada si kecil sebenarnya boleh-boleh saja asalkan dilakukan dengan bijak dan tidak berlebihan. Nah, jika masih ragu, di bawah ini kami akan memberikan panduan lengkap mengenai screen time anak, mulai dari batasan usia yang dianjurkan, dampak positif dan negatif yang dihasilkan, serta cara mengatasinya. 

Berapa batas screen time anak yang dianjurkan?

Image Source: Envato

Screen time terbagi menjadi dua tipe, yaitu screen time pasif, ketika anak hanya menonton tanpa melakukan interaksi aktif (menonton TV atau video YouTube), dan screen time aktif, ketika anak berinteraksi secara langsung dengan konten digital (bermain game atau berselancar di media sosial). 

Waktu interaksi dengan layar elektronik ini sering kali menjadi perdebatan para orang tua apakah benar-benar boleh diberikan atau sebaiknya dihindari. Menjawab hal tersebut, merujuk pada WHO (World Health Organization) dan IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia), waktu ini sebenarnya diperbolehkan, tetapi harus dibatasi sesuai usianya dan wajib didampingi. Jika buah hati masih di bawah dua tahun, paparannya sama sekali tidak disarankan selain video call. 

Setiap tahapan usia anak memiliki batasan atau toleransi yang berbeda-beda mengenai waktu menonton, bermain video game, ataupun berselancar di media sosial. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah batasan screen time anak per kelompok usia menurut WHO dan AAP (American Academy of Pediatrics). 

Di bawah 2 tahun: hindari kecuali video call

Jika buah hati belum genap dua tahun, screen time sangat tidak direkomendasikan karena pada masa ini otak akan lebih berkembang pesat melalui interaksi yang dilakukan secara tatap muka dan sentuhan langsung, bukan layar pasif. Screen time yang berlebihan justru dapat menghambat perkembangan bahasa dan menjadi salah satu penyebab anak terlambat berbicara. 

2-5 tahun: maksimal 1 jam per hari, konten berkualitas

Ketika anak sudah mencapai usia 2-5 tahun, screen time sudah bisa mulai diberikan, namun dalam waktu terbatas. Rekomendasi WHO terhadap screen time balita yang bisa diberikan pada usia ini maksimal 1 jam saja per hari dengan konten-konten edukatif yang berkualitas dan sesuai usia. 

6 tahun ke atas: konsisten dengan batasan yang disepakati keluarga

Untuk anak usia 6 tahun ke atas, screen time yang diberikan dapat lebih fleksibel dibandingkan dengan usia di bawahnya. Namun, orang tua harus tetap bijak dan sebaiknya tidak lebih dari 2 jam per hari di luar kegiatan belajar. Jenis konten yang dikonsumsi juga harus diawasi sebaik mungkin.

Dampak Negatif Screen Time Berlebihan pada Anak 

Image Source: Envato

Meskipun memiliki beberapa manfaat jika diberikan dengan bijak, dampak screen time pada anak dapat berubah menjadi negatif jika dilakukan secara berlebihan, khususnya pada masalah kesehatan fisik dan mental. Berikut adalah beberapa dampak negatifnya:

  • Gangguan Tidur: Cahaya biru pada layar elektronik dapat menghambat hormon melatonin yang berfungsi untuk mengatur siklus tidur manusia. Anak yang bermain game atau melakukan aktivitas gadget lainnya secara berlebihan sebelum tidur akan lebih sulit untuk terlelap di malam hari dan mudah merasa lelah di siang hari. 
  • Risiko Obesitas: Jika terlalu lama berada di depan layar, anak biasanya akan lebih banyak diam dan sering mengonsumsi camilan tidak sehat. Aktivitas ini, jika dilakukan secara berlebihan, dapat menjadi pemicu risiko obesitas atau kelebihan berat badan. 
  • Gangguan Sosial dan Emosional: Kemampuan sosial dan emosional pada anak juga dapat terhambat jika mereka terlalu sering berinteraksi dengan layar dibandingkan dengan orang-orang yang ada di sekitarnya. 
  • Masalah Konsentrasi dan Perilaku: Dalam penelitian, anak yang kecanduan gadget biasanya memiliki peningkatan risiko gangguan perilaku dan konsentrasi. Anak biasanya cenderung lebih mudah marah, sulit fokus ketika belajar, atau bahkan kurang sabar ketika melakukan sesuatu yang membutuhkan ketekunan.
  • Gangguan Kesehatan Mata: Dampak fisik yang dihasilkan dari screen time dalam waktu lama dapat mengganggu kesehatan mata, seperti mudah lelah atau sakit kepala. 

Dampak Positif Screen Time yang Terkontrol

permainan sensory unttuk anak
Image Source: Mai Main Playground

Tidak dapat dipungkiri, anak-anak masa kini tumbuh di era teknologi yang berkembang pesat. Meskipun ada dampak negatifnya, interaksi dengan layar elektronik dapat dijadikan sebagai sebuah media atau aktivitas bermanfaat jika dilakukan secara terkontrol. 

Beberapa dampak positifnya adalah sebagai berikut:

  • Stimulasi Kognitif: Jika si kecil diberikan konten-konten edukatif interaktif, hal ini dapat membantu mereka untuk melatih daya ingat, atensi, dan kemampuan dalam penyelesaian masalah sejak usia dini.
  • Pengenalan Bahasa Baru: Kemampuan komunikasi buah hati dapat terlatih jika diberikan tontonan edukasi yang membantu mereka memperkaya kosakata, khususnya pengenalan terhadap bahasa asing.
  • Mendukung Kreativitas: Visual dan audio yang berasal dari gadget atau televisi dapat membantu anak berimajinasi seperti saat menggambar, bernyanyi, ataupun bermain peran.
  • Koneksi Sosial: Untuk anak-anak yang usianya lebih besar, screen time dapat dijadikan sebagai media yang menghubungkan mereka dengan keluarga atau teman sebaya. 

Cara Mengatur Screen Time Anak di Rumah

2 anak sedang bermain handphone
Image Source: Envato

Jika berencana untuk memberikan screen time untuk si kecil di rumah, agar tidak berlebihan atau tetap dalam batas aman, orang tua harus menerapkan strategi yang tepat dan bijak. Adapun cara mengaturnya adalah sebagai berikut:

  • Tentukan batasan waktu yang jelas sesuai dengan usia anak.
  • Manfaatkan fitur parental control pada perangkat gadget. Anda bisa menggunakan Google Family Link pada Android untuk mengatur batas waktu per hari, jadwal mingguan, maupun periode nonaktif. Bisa juga menggunakan fitur durasi layar untuk iOS (iPhone/iPad) untuk mengunci aplikasi yang tidak boleh digunakan anak menggunakan kode sandi.
  • Terapkan zona bebas gadget di rumah seperti saat makan bersama keluarga, di dalam kamar tidur anak, atau menonaktifkannya 1 jam sebelum waktu tidur. Ini merupakan cara yang efektif untuk mengurangi screen time anak.
  • Jika anak tantrum, beri peringatan bertahap seperti “5 menit lagi ya” sebelum waktu screen time habis. Siapkan juga jadwal visual agar mereka tahu kapan waktu atau giliran untuk bermain gadget dan menonton TV, kemudian alihkan dengan kegiatan seru lain seperti bermain di luar rumah, bernyanyi bareng, ataupun yang lainnya. 
  • Jadilah role model yang baik dengan tidak memainkan gadget ketika berinteraksi bersama keluarga saat di rumah. Anak merupakan peniru yang baik terhadap kebiasaan yang dilakukan oleh orang tuanya.

Alternatif Aktivitas Pengganti Screen Time yang Menyenangkan 

seorang anak sedang renang
Image Source: Mai Main Playground

Jika ingin membatasi screen time anak, sebaiknya orang tua mengajak mereka untuk melakukan beberapa aktivitas pengganti yang menyenangkan dan tidak membosankan. Berikut adalah beberapa ide yang bisa diberikan kepada si kecil:

  • Eksplorasi Alam dan Fisik: Cara mengurangi screen time anak yang paling mudah adalah mengajak mereka untuk menyalurkan energinya melalui kegiatan positif seperti eksplorasi alam dan aktivitas fisik. Beberapa kegiatan seperti berkebun, berolahraga, bersepeda, jalan-jalan sore, piknik di luar rumah, atau bahkan liburan bersama keluarga dan mengunjungi tempat-tempat edukatif dapat membantu mereka melupakan interaksi dengan layar elektronik. Hal ini juga bisa menjadi aktivitas yang dapat mempererat bonding anak dan orang tua. Keduanya bisa mendapatkan momen bersama yang berkualitas dan menyenangkan tanpa membuat anak merasa bosan.
  • Seni dan Keterampilan: Selain kegiatan eksplorasi alam dan fisik, jika tidak memiliki banyak waktu untuk pergi ke luar, orang tua tetap bisa mengalihkan fokus anak dengan mengajaknya melakukan beberapa aktivitas seru di rumah. Aktivitas seperti menggambar, melipat kertas origami, membuat kerajinan barang bekas, atau bahkan memasak bersama dapat membantu melatih kreativitas dan koordinasi tangan mereka. 
  • Asah Otak dan Komunikasi: Ajak juga si kecil untuk melakukan aktivitas yang dapat membantu membangun fokus dan kemampuan mereka dalam bersosialisasi, seperti bermain Monopoli, Uno, Ular Tangga, atau Tebak Kata. Anda juga dapat mengajak anggota keluarga lain untuk membacakan sebuah buku dongeng atau membuat drama teater dari boneka. 

Catatan: Kunci keberhasilan dalam mengalihkan fokus anak dari layar elektronik adalah menyeimbangkannya dengan waktu bermain secara aktif (play time). Meskipun keduanya sama-sama memiliki dampak positif, jika dibandingkan antara screen time vs play time, tentu waktu bermain aktif jauh lebih penting dan bermanfaat karena dapat melatih motorik, kreativitas, serta interaksi sosial secara langsung.

Kesimpulan

event di mai main untuk anak
Image Source: Mai Main Playground

Di era perkembangan teknologi yang semakin pesat seperti sekarang, layar gadget dan televisi sering kali menemani pertumbuhan anak sejak usia dini. Peran orang tua sangat dibutuhkan secara aktif dalam mengatur waktu layar dan pemilihan jenis konten edukatif ramah anak agar pertumbuhan buah hati tetap terjaga dan seimbang.

Meski screen time tetap memiliki dampak positif jika diberikan dengan bijak dan terkontrol, bermain di luar ruangan tetap menjadi cara terbaik untuk memicu perkembangan motorik, kreativitas, dan kemampuan sosial anak. Untuk itu, jangan lupa selingi hari tanpa layar yang lebih seru bersama si kecil dengan mengunjungi Mai Main Playground Canggu. 

image
© Copyright 2026, Mai Main Playground by The Wonderspace