Membacakan cerita dongeng pendek kepada si kecil sebelum tidur adalah kegiatan lintas generasi yang selalu dilakukan oleh orang tua sejak dahulu. Meskipun terdengar simpel dan sudah biasa, mendongeng memiliki segudang manfaat yang dapat merangsang imajinasi, membangun bonding, serta mengajarkan nilai moral kepada anak.
Agar si kecil bisa mendapatkan manfaat yang efektif dari dongeng, orang tua dapat memberikan cerita dongeng yang lebih singkat karena pada usia ini biasanya mereka memiliki perhatian yang lebih terbatas. Nah, bagi Anda yang sedang mencari cerita dongeng pendek untuk anak yang penuh pesan moral, di bawah ini kami telah menyiapkan daftar dongengnya.
1. Dongeng Untuk Anak 3-5 Tahun: Tukang Kayu dan Pinokio
Di sebuah rumah tinggal seorang tukang kayu baik hati bernama Gapeto yang hidup sendirian.
Suatu malam, karena merasa kesepian, Gapeto memutuskan untuk membuat sebuah boneka kayu berbentuk anak laki-laki yang diberi nama Pinokio.
Gapeto sangat berharap boneka itu bisa hidup dan menjadi anaknya. Berkat bantuan seorang peri yang baik hati, boneka kayu itu pun berubah menjadi anak kecil yang ceria, meskipun ia sering berbohong.
Setiap kali Pinokio berbohong, hidungnya akan memanjang. Namun, ia belum juga jera dan tetap terus berbohong.
Akhirnya, setelah menyadari bahwa berbohong itu salah, Pinokio berjanji untuk selalu berkata jujur. Karena kejujurannya, sang peri pun mengubahnya menjadi manusia sejati.
2. Dongeng Untuk Anak 3-5 Tahun: Kelinci dan Kura-Kura
Suatu hari, seekor kelinci menantang kura-kura untuk lomba lari karena yakin dirinya pasti menang.
Saat perlombaan dimulai, kelinci langsung berlari sangat cepat di depan, sementara kura-kura terus berusaha sekuat tenaga untuk mengejarnya.
Ketika hampir sampai di garis finish, kelinci yang sombong memutuskan untuk beristirahat dan tidur sejenak di bawah pohon karena percaya kura-kura tak akan bisa mengejarnya.
Namun, kelinci tertidur lebih lama dari yang ia duga. Sementara itu, kura-kura terus berjalan dengan tekun dan akhirnya berhasil melewati kelinci serta memenangkan lomba.
3. Dongeng Untuk Anak 3-5 Tahun: Seekor Gagak yang Haus
Pada suatu hari yang terik, seekor gagak merasa sangat haus. Ia mencari air ke sana ke mari, namun tidak juga menemukan sumber air.
Akhirnya, ia melihat sebuah kendi yang berisi air. Gagak mencoba berbagai cara untuk mencapai air itu, seperti memasukkan kepala dan menabrakkan tubuhnya, tapi semuanya gagal.
Kemudian, gagak berpikir cerdik. Ia mulai mengumpulkan batu-batu kecil dan melemparkannya ke dalam kendi.
Seiring batu-batu itu masuk, permukaan air dalam kendi pun naik perlahan-lahan. Akhirnya, airnya cukup tinggi hingga gagak bisa meminumnya dengan mudah.
4. Dongeng Untuk Anak 3-5 Tahun: Gajah yang Angkuh dan Kawanan Semut
Di sebuah hutan yang luas, hiduplah seekor gajah besar yang sangat angkuh. Ia sering meremehkan hewan-hewan kecil, termasuk sekawanan semut.
“Kalian ini kecil dan lemah! Aku bisa menginjak kalian kapan saja!” ujar gajah dengan sombong.
Semut-semut tidak menyukai sikap gajah itu, tapi mereka tidak melawan. Suatu hari, tanpa sengaja gajah menginjak sarang semut dan menghancurkannya.
Hal itu membuat semut-semut marah dan memutuskan memberikan pelajaran. Mereka naik ke tubuh gajah dan mulai menggigitnya.
Gajah yang merasa sakit lalu berteriak-teriak sambil mencoba mengusir semut-semut tersebut. Namun, karena semut sangat kecil dan sulit diusir, akhirnya gajah yang sombong itu memohon ampun kepada para semut.
5. Dongeng Untuk Anak 3-5 Tahun: Persahabatan Singa dan Tikus
Di dalam hutan luas, ada seekor singa yang dijuluki sebagai raja hutan. Suatu ketika, saat singa sedang terlelap di bawah pohon besar, seekor tikus kecil tanpa sengaja melintasi tubuhnya. Singa pun terbangun dan menangkap tikus itu.
“Tolong jangan makan aku, Raja Singa! Aku janji jika kau melepaskanku, suatu hari aku akan membantumu,” pinta tikus dengan suara gemetar.
Singa terkekeh mendengar janji dari tikus kecil itu, namun karena iba, ia membebaskan tikus tersebut.
Beberapa hari kemudian, singa terperangkap dalam jaring yang dipasang oleh para pemburu. Ia mengaum meminta pertolongan, tetapi tidak ada yang berani mendekat.
Tikus kecil yang mendengar suara singa segera datang dan dengan gigitan tajamnya mulai mengerat tali jaring sampai singa terbebas.
“Kau benar, Tikus kecil. Bantuanmu telah menyelamatkanku,” ucap singa dengan tulus. Sejak saat itu, mereka pun menjalin persahabatan yang erat.
6. Dongeng Untuk Anak 4-7 Tahun: Burung Bangau yang Sombong
Seekor bangau melangkah dengan anggun di tepi sungai kecil, matanya menatap air yang bening, siap dengan leher dan paruh panjangnya untuk menangkap makanan pagi.
Di sungai itu banyak berenang ikan, tapi bangau merasa sombong pada pagi itu.
Dia berkata pada dirinya sendiri, “Aku tak mau makan ikan kecil. Bangau sepertiku layak makan yang lebih besar.”
Kemudian, seekor ikan yang sedikit lebih besar melintas di dekatnya.
“Tidak, aku tak mau membuang tenaga membuka paruh untuk ikan sebesar itu,” pikir bangau dengan angkuh.
Saat matahari semakin tinggi, ikan-ikan di air dangkal di pinggir sungai berenang ke bagian tengah yang lebih dalam dan sejuk. Bangau yang tak menemukan ikan, akhirnya harus makan siput kecil di tepi sungai.
7. Dongeng Untuk Anak 4-7 Tahun: Seekor Beruang dan Lebah Madu
Pada suatu hari, seekor beruang sedang menjelajahi hutan mencari buah-buahan. Saat berkeliling, ia menemukan sebuah pohon tumbang yang di dalamnya terdapat sarang lebah yang menyimpan madu.
Beruang itu mengendus dengan hati-hati di sekitar pohon untuk memastikan apakah lebah-lebah masih ada di sarang. Tiba-tiba, sekelompok lebah kecil terbang pulang sambil membawa madu dalam jumlah banyak.
Mereka menyadari niat beruang dan segera mendekat, menyengatnya dengan sengatan yang tajam, lalu kembali bersembunyi di dalam lubang pohon.
Beruang menjadi sangat marah, melompat ke batang pohon tumbang tersebut dan merusak sarang lebah dengan cakarnya. Namun, tindakannya itu justru membuat seluruh lebah keluar dari sarang dan menyerangnya bersama-sama.
Beruang yang kesakitan akhirnya melarikan diri sambil berlari terbirit-birit dan menyelamatkan diri dengan menyelam ke dalam sungai.
8. Dongeng Untuk Anak 4-7 Tahun: Bura, Si Beruang Pelupa
Bura berdiri di depan pintu rumahnya sambil membuka dan menutup tasnya berulang kali. Akhirnya, ia memutuskan untuk mengeluarkan semua isi tasnya.
Prak prak prak… Satu per satu benda dikeluarkan dari tas itu, namun Bura masih bingung.
“Hai, Bura, lagi cari apa?” tanya Cendan yang hinggap di pohon dekat rumahnya.
“Kunci pintu rumahku, Cen. Aku lupa menaruhnya di mana,” jawab Bura.
“Loh, hilang lagi? Bukankah dua hari yang lalu juga hilang?” tanya Cendan sambil terbang mendekati tas Bura yang tergeletak di tanah.
“Iya, aku memang pelupa,” kata Bura sedih sambil duduk dan terlihat lelah.
Cendan membantu Bura mencari kunci di dalam tasnya. Dua hari yang lalu, Bura juga mencari kunci ke mana-mana. Ternyata kuncinya ada di kantongnya. Cendan lalu berkata, “Coba cek kantongmu, siapa tahu ada di situ.”
Bura merogoh kantongnya. “Oh, ini dia!” serunya gembira.
“Lihat, sama seperti kemarin. Bura memang sering lupa,” kata Cendan sambil terbang pergi.
Bura masuk ke rumah. Meski lelah, ia merasa lapar dan memutuskan untuk memasak makan siang.
Bura memang beruang yang pintar memasak. Ia sering mengundang teman-teman makan di rumahnya dan selalu membawa makanan enak saat piknik bersama.
“Saya akan membuat makan siang yang lezat untuk Cendan,” kata Bura.
“Lalu aku akan mengantarkannya ke rumah Cendan sebagai kejutan. Pasti dia senang,” tambahnya.
Aroma masakan Bura sangat harum, apalagi saat ia membuka jendela dapur, bau sedap itu tersebar ke seluruh hutan. Ia memasak banyak makanan karena persediaan bahan di dapurnya cukup banyak.
Bura sedang membersihkan sedikit ketika tiba-tiba terdengar ketukan pintu.
“Siapa ya yang datang?” tanya Bura dalam hati.
Saat membuka pintu, sudah berdiri Cendan, Seta, Hari, Tuan Lanlan, Bu Liba, dan banyak penduduk hutan lainnya.
“Selamat ulang tahun, Buraaa!” seru semua tamu bersamaan.
Bura terkejut. “Apa aku ulang tahun hari ini?” tanyanya polos.
Semua tamu menggeleng.
“Bura lupa lagi, ya? Kamu yang mengundang kami ke rumah karena ulang tahunmu,” kata Tuan Lanlan.
“Oh iya, aku lupa,” jawab Bura.
“Ah, Bura…” kata semua tamu serempak.
“Tapi tidak apa-apa, aku sudah membuat banyak makanan. Kita bisa makan bersama sesuai rencana,” kata Bura.
“Yaaaay!” sahut semua tamu dengan gembira.
“Sebelum makan, kami punya hadiah untukmu,” kata Seta, si semut hitam.
“Taraaaa!” Hari mengeluarkan sebuah kotak kado besar.
Bura membuka kotak itu dan menemukan sebuah papan tulis lengkap dengan spidol warna-warni.
“Itu papan pengingat supaya Bura bisa mencatat supaya tidak lupa lagi,” kata Bu Liba, ibu lebah yang anggun.
Bura merasa sangat bahagia dan berterima kasih kepada semua teman-temannya yang datang dan sangat menyayanginya.
9. Dongeng Untuk Anak 5-8 Tahun: Kancil yang Cerdik dan Buaya
Pada suatu hari, seekor Kancil sedang berjalan di dalam hutan mencari makanan. Karena persediaan makanan di rumahnya sudah sedikit, ia memutuskan untuk pergi ke tempat lain.
Di tengah perjalanan, ia harus menyeberangi sungai yang dipenuhi buaya-buaya besar yang lapar.
Setelah berpikir sejenak, Kancil mendekati tepi sungai dan bertanya dengan suara lantang, “Hai, buaya, sudahkah kalian makan siang?”
Tak lama kemudian, seekor buaya muncul dari permukaan air dan bertanya, “Siapa yang berteriak di siang bolong mengganggu tidur kami?”
“Tunggu dulu! Kalau tidak, aku akan memangsa kamu,” ancam buaya lain.
Kancil dengan tenang berkata, “Aku datang membawa pesan dari raja hutan. Jadi, tolong jangan makan aku dulu.”
Buaya pun bertanya, “Apa pesan itu? Cepat katakan!”
Kancil menjelaskan, “Raja hutan memerintahkan aku menghitung berapa banyak buaya yang ada di sungai ini. Ia ingin memberikan hadiah untuk kalian.”
Mendengar itu, buaya sangat senang dan segera memanggil teman-temannya untuk berbaris di permukaan sungai. Namun, ternyata mereka telah tertipu oleh kecerdikan si Kancil.
Setelah menghitung buaya terakhir di ujung sungai, Kancil dengan cepat melarikan diri, menghindari cengkeraman buaya yang lapar.
10. Dongeng Untuk Anak 5-8 Tahun: Petani Serakah dan Angsa Telur Emas
Pada suatu hari, seorang petani membawa pulang seekor angsa ke rumahnya. Keesokan harinya, angsa itu bertelur emas.
“Angsa ajaib,” kata petani itu. Ia segera membawa telur emas tersebut ke pedagang emas di pasar untuk memastikan apakah benar-benar terbuat dari emas.
“Ini emas asli,” kata pedagang emas tersebut. Ia pun membeli telur itu dengan harga tinggi. Sejak saat itu, setiap hari angsa itu bertelur emas. Petani pun memiliki banyak telur emas sampai selusin, tapi ia masih merasa belum cukup.
“Aku akan menjadi sangat kaya. Tapi aku ingin angsa ini bertelur lebih banyak setiap hari supaya aku cepat kaya,” pikir petani.
Setelah angsa bertelur banyak dalam sehari, petani itu tetap tidak puas.
“Angsa sudah bertelur banyak. Aku tak mau menunggu lagi sampai besok. Aku ingin cepat kaya, jadi aku akan menyembelih angsa ini dan mengambil semua emas dari tubuhnya,” pikirnya.
Petani itu pun menyembelih angsa tersebut, tetapi ia sangat terkejut. Alih-alih menemukan emas, tidak ada satu pun telur emas dalam tubuh angsa itu.
Kini, petani hanya bisa menyesal. Karena keserakahan, ia kehilangan sumber kekayaannya. Seandainya ia tidak menyembelih angsa itu, ia masih bisa terus mendapatkan telur emas. Inilah akibat buruk dari keserakahan.
11. Dongeng Untuk Anak 5-8 Tahun: Si Kancil Mencuri Timun Pak Tani
Cerita ini termasuk fabel, yaitu kisah tentang hewan yang bisa berbicara dan berperilaku seperti manusia.
Pada pagi yang cerah, Si Kancil sedang berjalan-jalan di hutan. Setelah berlari sepanjang malam, ia merasa sangat lapar. Di tengah perjalanannya, ia melihat kebun timun yang dijaga oleh Pak Tani.
“Aku harus mencuri beberapa timun itu,” pikir Si Kancil sambil tersenyum nakal. Ia mulai merencanakan cara untuk mengakali Pak Tani.
Saat malam hari, Si Kancil kembali ke kebun dengan hati-hati agar tidak ketahuan.
Namun, Pak Tani sudah menyiapkan jebakan karena tahu Si Kancil kerap mencuri timunnya. Si Kancil tidak sadar dan terjebak dalam perangkap itu.
Keesokan paginya, Pak Tani menemukan Si Kancil yang terjerat. “Sekarang kamu tertangkap, Kancil! Tidak akan ada lagi timun untukmu,” kata Pak Tani dengan kesal.
Tetapi Si Kancil yang licik segera mencari jalan keluar.
Ia pura-pura menangis dan berkata, “Pak Tani, tolong bebaskan aku! Aku mencuri timun karena sangat lapar. Jika kau lepaskan, aku akan membantu menjaga kebunmu.”
Pak Tani yang merasa kasihan akhirnya membebaskan Si Kancil. Namun, bukannya menepati janji, Si Kancil justru melarikan diri ke hutan sambil tertawa, “Aku bebas lagi! Pak Tani terlalu mudah tertipu.”
12. Dongeng Untuk Anak 5-8 Tahun: Si Pengembala Domba
Pada zaman dahulu, terdapat seorang anak laki-laki yang sehari-hari bekerja sebagai penggembala domba.
Suatu saat, ia merasa bosan dengan rutinitasnya dan mencari cara untuk bersenang-senang dengan mengelabui penduduk desa.
Ia kemudian berteriak dengan keras bahwa ada serigala yang ingin memangsa dombanya. Mendengar teriakan itu, warga desa segera bergegas datang.
Namun, yang mereka temui hanyalah si penggembala yang tertawa terbahak-bahak. Mereka pun menyadari bahwa itu hanya tipuan belaka.
Beberapa hari kemudian, penggembala itu mengulangi perbuatannya dan warga kembali tertipu. Namun, suatu hari, benar-benar datang serigala ke padang rumput tempat ia menggembala.
Penggembala itu kembali berteriak ketakutan, tetapi kali ini tak seorang pun mempercayainya. Akibatnya, serigala dengan leluasa memangsa dombanya.
13. Dongeng Untuk Anak 5-8 Tahun: Seekor Belalang dan Kawanan Semut
Pada musim gugur, seekor belalang sembah melompat-lompat dengan gembira di sebuah lapangan.
Ia melihat sekelompok semut yang sibuk membawa jagung ke sarang mereka. Belalang merasa bingung mengapa semut membawa makanan sebanyak itu, lalu bertanya kepada salah satu semut.
“Kenapa kalian mengumpulkan begitu banyak makanan ke sarang?” tanya belalang.
Semut menjawab, “Kami menyimpan makanan supaya tidak kelaparan saat musim dingin tiba. Kenapa kamu tidak melakukan hal yang sama?”
Belalang yang merasa makanannya sudah cukup, hanya tertawa dan mengejek semut-semut itu.
Saat musim dingin datang, belalang meminta makanan kepada semut. Awalnya semut enggan memberikannya karena takut persediaan mereka habis. Namun, melihat belalang yang sangat lemah karena kelaparan, akhirnya semut merasa iba dan memberinya makanan.
14. Dongeng Untuk Anak 7-10 Tahun: Malin Kundang Si Anak Durhaka
Dahulu kala, hiduplah seorang ibu miskin bersama anaknya yang bernama Malin Kundang. Setiap hari, sang ibu bekerja sebagai nelayan, namun hasilnya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan mereka, sehingga hidup mereka serba kekurangan.
Ketika Malin mulai dewasa, ia memutuskan untuk merantau ke kota demi mencari kehidupan yang lebih baik. Meskipun berat hati, sang ibu mengizinkan Malin pergi.
Setelah beberapa tahun, Malin berhasil mengubah nasibnya. Ia menjadi saudagar kaya dan menikahi seorang wanita bangsawan yang sangat cantik.
Suatu hari, Malin ingin mengunjungi desanya yang sudah lama ditinggalkannya. Ia datang membawa banyak uang untuk dibagikan kepada warga desa.
Para penduduk sangat senang dan ada seorang tetangga yang mengenali Malin. Orang itu segera memberitahu sang ibu.
“Ibu, tahukah kau? Anakmu Malin sekarang sudah kaya,” kata tetangga itu.
“Dari mana kau tahu? Aku belum pernah mendapat kabar darinya,” jawab sang ibu dengan terkejut.
“Pergilah ke dermaga, anakmu Malin ada di sana bersama istrinya yang cantik,” tambah tetangga.
Sang ibu sangat rindu dan segera berlari ke dermaga. Di sana, ia melihat Malin dan istrinya.
“Malin, anakku, kenapa kau pergi begitu lama tanpa memberi kabar?” katanya sambil memeluk Malin.
Namun, Malin merasa malu dengan ibu yang berpakaian sederhana itu dan melepaskan pelukan.
“Apakah wanita tua ini ibumu?” tanya istri Malin dengan bingung.
“Bukan, dia hanyalah pengemis yang mengaku sebagai ibuku,” jawab Malin.
Mendengar itu, sang ibu sangat terluka dan mengutuk Malin menjadi batu. Cerita ini terkenal sebagai legenda Malin Kundang.
15. Dongeng Untuk Anak 7-10 Tahun: Rapunzel
Di sebuah kerajaan yang jauh, hiduplah seorang putri bernama Rapunzel dengan rambut panjang yang indah dan berkilau.
Namun, ia dipenjarakan oleh seorang penyihir jahat di sebuah menara tinggi tanpa pintu. Setiap hari, penyihir itu akan memanggil,
“Rapunzel, turunkan rambutmu!” Rapunzel lalu menurunkan rambut panjangnya dari jendela, dan penyihir itu memanjat.
Suatu hari, seorang pangeran yang sedang berburu di hutan mendengar suara nyanyian merdu dari Rapunzel.
Tertarik dengan suaranya, pangeran mendekati menara dan melihat penyihir memanjat menggunakan rambut Rapunzel. Ketika penyihir pergi, pangeran mencoba memanjat dengan cara yang sama.
“Rapunzel, turunkan rambutmu!” seru pangeran. Rapunzel pun menurunkan rambutnya dan pangeran naik ke atas.
Mereka pun saling jatuh cinta. Namun, ketika penyihir mengetahui hal ini, ia marah besar. Ia memotong rambut Rapunzel dan mengusirnya ke padang pasir.
Dengan kekuatan cinta mereka, Rapunzel dan pangeran berhasil mengalahkan penyihir dan kembali ke kerajaan, lalu hidup bahagia selamanya.
16. Dongeng Untuk Anak 7-10 Tahun: Nelayan dan Ikan Mas Ajaib
Di sebuah desa kecil, hiduplah seorang nelayan miskin yang setiap hari pergi melaut untuk memancing. Suatu hari, ia menangkap seekor ikan mas yang ajaib.
Ikan mas itu bisa berbicara dan memohon agar dilepaskan. Dengan hati yang baik, nelayan itu melepaskan ikan tersebut.
Sebagai tanda terima kasih, ikan mas berjanji akan mengabulkan tiga permintaan nelayan. Namun, nelayan merasa hidupnya sudah cukup dan tidak meminta apa-apa.
Ketika sang istri mendengar cerita itu, ia marah dan menyuruh suaminya pergi kembali ke laut untuk meminta rumah besar dan kekayaan.
Ikan mas pun mengabulkan permintaan tersebut, tapi lama-kelamaan sang istri menjadi tamak. Ia terus menuntut semakin banyak kekayaan hingga akhirnya ingin menjadi seorang ratu.
Karena keserakahan sang istri, ikan mas murka dan menghapus semua yang telah diberikan. Akhirnya, mereka kembali hidup dalam keadaan miskin seperti semula.
17. Dongeng Untuk Anak 7-10 Tahun: Bawang Merah dan Bawang Putih
Bawang Merah dan Bawang Putih adalah dua saudara tiri yang memiliki karakter sangat berbeda. Bawang Putih yang baik dan rajin sering diperlakukan dengan tidak adil oleh ibu tiri dan saudara tirinya, Bawang Merah.
Suatu hari, Bawang Putih kehilangan kain kesayangannya. Saat mencari kain tersebut, ia bertemu dengan seorang nenek tua yang membantunya menemukan barang itu.
Sebagai ungkapan terima kasih, nenek itu menawarkan dua pilihan hadiah: labu kecil atau labu besar. Dengan sikap rendah hati, Bawang Putih memilih labu kecil.
Sesampainya di rumah, ketika ia membelah labu tersebut, ia sangat terkejut karena di dalamnya terdapat perhiasan emas dan batu permata.
Melihat keberuntungan Bawang Putih, Bawang Merah dan ibunya merasa iri. Mereka sengaja menjatuhkan kain ke sungai lalu menemui nenek yang sama. Namun, tamak mereka membuat mereka memilih labu yang besar.
Betapa terkejutnya mereka saat membuka labu itu dan menemukan isi yang berbahaya seperti ular dan binatang berbisa. Akhirnya, mereka menerima akibat dari keserakahan dan sifat buruk mereka, sementara Bawang Putih menjalani hidup bahagia.
18. Dongeng Untuk Anak 7-10 Tahun: Aladin dan Sebuah Lampu Ajaib
Di sebuah kota yang sibuk dan penuh teka-teki, hiduplah seorang pemuda bernama Aladdin dengan kehidupan yang sederhana dan jauh dari kemewahan. Meski selalu tersenyum ceria, ia menyimpan harapan besar di dalam hatinya.
Pada suatu hari, seorang penyihir licik datang mengaku sebagai pamannya. Dengan tipu muslihat, penyihir itu membawa Aladin ke sebuah gua rahasia. Di dalam gua tersebut, Aladin menemukan sebuah lampu ajaib yang memiliki kekuatan luar biasa.
Ketika Aladin menggosok lampu itu, muncullah jin yang sangat kuat dan siap mengabulkan tiga permintaannya.
Dengan permintaan pertama, Aladin mengubah rumah kecilnya menjadi istana yang megah. Ia pun menjadi kaya serta bertemu dengan Putri Jasmine, gadis cantik yang berhasil memikat hatinya.
Namun, kebahagiaan Aladin tidak berlangsung lama. Penyihir jahat tersebut mencuri lampu ajaib dan mengendalikan jin untuk menguasai kerajaan.
Berbekal bantuan dari sahabat setianya, Aladin berhasil merebut kembali lampu itu dan mengalahkan penyihir jahat tersebut. Pada akhirnya, Aladin dan Putri Jasmine menjalani hidup bahagia selamanya.
19. Dongeng Untuk Anak 7-10 Tahun: Si Pahit Lidah
Di Kerajaan Sumidang, hiduplah seorang pangeran bernama Serunting. Ia memiliki istri dan seorang adik ipar bernama Aria Tebing. Mereka memiliki ladang yang dipisahkan oleh deretan pohon. Di bawahnya tumbuh cendawan.
Cendawan yang menghadap ladang Aria Tebing berubah menjadi logam emas, sedangkan yang menghadap ladang Serunting menjadi tanaman pengganggu. Serunting merasa iri hati dan menantang Aria Tebing untuk berduel, tapi Aria menolak karena Serunting adalah kakak iparnya yang kuat.
Meski begitu, Aria ingin berjaga-jaga dan bertanya kepada kakaknya tentang kelemahan Serunting. “Ilalang yang bergetar bisa mengalahkannya,” jawab kakaknya. Akhirnya, Serunting kalah dalam duel itu dan merasa dikhianati, lalu ia melakukan pertapaan di Gunung Siguntang.
Dua tahun berlalu, Serunting mengalami penderitaan. Setiap kata yang diucapkannya berubah menjadi kenyataan dan kutukan. Suatu hari, saat dalam perjalanan pulang ke kampung halaman, ia mencoba kekuatannya dengan mengubah sebuah pohon menjadi batu hanya dengan berkata, “Jadilah batu!”
Nama Serunting pun terkenal, namun ia menjadi sombong dan dijuluki si Pahit Lidah. Ketika sampai di Bukit Serut yang gersang, ia menyadari kesalahannya dan mengubah bukit itu menjadi hutan lebat yang membantu memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar.
Di Desa Karang Agung, Serunting menemui sepasang suami istri tua yang sangat ingin mempunyai anak. Dengan kekuatannya, ia menciptakan seorang bayi dari sehelai rambut sang nenek.
Serunting merasa bahagia bisa membantu orang lain dan sepanjang perjalanan berikutnya, ia belajar mengubah kata-katanya yang dulu membawa kutukan menjadi perkataan yang penuh kebaikan.
20. Dongeng Untuk Anak 7-10 Tahun: Dua Gadis dan Ibu Kucing
Dulu, ada dua saudara perempuan cantik bernama Sulung dan Bungsu. Mereka punya ibu yang sebenarnya seekor kucing, tapi tidak ada yang tahu. Banyak pemuda tertarik pada mereka.
Suatu hari, dua pemuda datang untuk melamar Sulung dan Bungsu. Sebelum menikah, mereka diminta meminta izin ibu dulu. Namun, ketika ibu mereka yang seekor kucing muncul, kedua pemuda itu kaget dan membatalkan lamaran karena tidak mau punya ibu mertua seekor kucing. Sulung dan Bungsu merasa malu dan kecewa.
Mereka lalu mencoba mencari ibu baru yang lebih baik. Pertama, mereka meminta kepada Matahari, tapi ditolak karena Matahari bisa tertutup awan. Lalu, mereka meminta kepada Awan, tapi Awan juga menolak karena bisa terbawa angin dan terhalang gunung. Selanjutnya, mereka minta kepada Gunung, tapi Gunung juga menolak karena tubuhnya berlubang-lubang dimakan tikus.
Akhirnya, mereka menemui Tikus, tapi Tikus menolak karena takut pada kucing. Dari situ, Sulung dan Bungsu sadar bahwa ibu mereka, si kucing, adalah yang terbaik. Mereka menyesal dan berjanji untuk selalu menyayangi ibunya.
Kesimpulan

Itulah beberapa contoh cerita dongeng pendek yang bisa orang tua bacakan untuk si kecil. Mendongeng merupakan salah satu kegiatan parenting yang sangat sederhana, namun di balik itu memiliki manfaat yang sangat besar terhadap tumbuh kembang anak.
Kegiatan bercerita ini tidak hanya dapat membantu menguatkan bonding dengan orang tua, tetapi juga mendorong si kecil untuk berimajinasi dan menanamkan berbagai pesan moral yang penting dalam kehidupan. Jika Anda ingin membaca lebih banyak contoh dongeng lainnya, jangan lupa kunjungi blog Mai Main Playground!


