Pretend Play Adalah: Mengapa Penting bagi Perkembangan Anak?

Pretend Play Adalah: Mengapa Penting bagi Perkembangan Anak?

admin

25 Agustus 2026

Pretend play adalah aktivitas menyenangkan yang dapat dilakukan oleh anak-anak dalam rentang usia 2-6 tahun. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam perkembangan anak karena ia dapat mewujudkan imajinasi yang memengaruhi keterampilan sosial.

Dalam artikel ini, Anda akan mendapatkan pembahasan lengkap tentang pengertian pretend play, usia anak yang mulai melakukan kegiatan tersebut, dan manfaatnya. Selain itu, Anda akan mendapatkan ide aktivitas dan cara orang tua untuk mendukung perkembangan si kecil.

Apa itu Pretend Play

Pretend play dapat diartikan sebagai kegiatan bermain ketika anak bertindak seolah-olah menjadi suatu benda, situasi, atau identitas yang berbeda dari keadaan sebenarnya. Si kecil paham bahwa ini permainan tidak nyata, namun ia akan memasuki situasi “seandainya.”

Pemahaman si kecil dalam kondisi “seandainya” membantu dalam menciptakan cerita, menjalankan peran, atau menggunakan benda sebagai simbol benda lain. Hal ini mengembangkan imajinasi si kecil, sehingga kreativitasnya meningkat.

Sebagai contoh, anak dapat berpura-pura menyuapi boneka, menggunakan balok sebagai telepon, menjadi dokter yang memeriksa pasien, atau membayangkan sofa sebagai kapal. Ini melatih kemampuan si kecil untuk menciptakan makna yang tidak sama dengan kenyataan langsung.

Terdapat beberapa ciri-ciri pretend play yang dilakukan oleh si kecil, meliputi:

  • Berpura-pura melakukan kegiatan nyata, seperti makan, tidur, memasak, atau menyetir.
  • Menggunakan benda untuk mewakili benda lain, misalnya, menjadikan buah pisang sebagai telepon.
  • Memberikan sifat hidup kepada benda, seperti mengatakan bahwa boneka Barbie merasa lapar atau sedih.
  • Mengambil peran tertentu, seperti menjadi guru, dokter, kasir, koki, atau bahkan orang tua.
  • Menciptakan situasi dan alur cerita, misalnya menyelamatkan negara dari serangan naga.
  • Menyepakati peran bersama teman, termasuk menentukan siapa yang akan menjadi dokter, pasien, atau petugas resepsionis.
  • Berpindah antara kenyataan dan permainan, seperti “Ini pura-pura rumah kita,” dan kembali melakukan aktivitas seperti biasa.

Anda dapat mengenali seluruh ciri-ciri ini agar dapat menemani si kecil bermain pretend play. Permainan ini sangat bermanfaat bagi tumbuh kembang anak agar kemampuan sosial dan imajinasinya terasah dengan baik.

Permainan ini juga kerap disamakan dengan role play. Sebenarnya, pretend play adalah istilah payung untuk semua permainan yang menggunakan situasi “seolah-olah”, sedangkan role play terjadi ketika anak mengambil identitas atau peran tertentu.

Kapan Anak Mulai Melakukan Pretend Play? 

Perlu diketahui bahwa perkembangan setiap anak itu berbeda, sehingga usia memengaruhi kapan pretend play dapat dilakukan. Usia menentukan tahapan permainan ini agar tumbuh kembang si kecil tetap terkontrol.

1. Usia 12-18 Bulan

Pada rentang usia ini, anak dapat mulai meniru tindakan yang sering dilihatnya, seperti mendekatkan cangkir kosong ke mulut, menyisir rambut, atau berpura-pura menyuapi boneka. Tahapan ini biasanya singkat dan berhubungan dengan kegiatan sehari-hari.

2. Usia 18-30 Bulan

Anak dapat mulai menggunakan benda sebagai pengganti benda lain, seperti balok menjadi makanan, kotak menjadi mobil, atau sendok menjadi mikrofon. Hal ini menjadi tonggak kognitif utama yang umumnya terlihat pada usia 30 bulan.

3. Usia 3 Tahun

Permainan mulai berkembang dengan cerita dan peran yang terhubung satu sama lain. Anak dapat bermain dengan pengalaman yang dikenalnya, seperti pergi ke dokter, bersekolah, berbelanja, atau naik pesawat.

4. Usia 4 Tahun

Pada usia ini, identitas dan permainan sosial semakin jelas. Anak dapat berpura-pura menjadi orang atau karakter lain, seperti guru, hewan, atau pahlawan. Inilah yang menjadi aspek utama perkembangan sosial-emosional pada anak usia empat tahun.

5. Usia 4-6 Tahun

Pretend play menjadi jauh lebih kompleks karena anak dapat menciptakan cerita yang lebih panjang, membagi peran, dan menetapkan aturan. Imajinasinya berkembang dengan sangat aktif melalui permainan ini.

Itulah rentang usia yang dapat dijadikan sebagai acuan bagi anak untuk melakukan pretend play. Karena penting bagi tumbuh kembang si kecil, Anda harus mengetahui manfaat dari permainan tersebut.

Manfaat Pretend Play

Pretend play sendiri memiliki manfaat yang memengaruhi tumbuh kembang anak. Seluruh manfaat ini dapat menjadi acuan Anda sebagai orang tua untuk mengajak si kecil bermain permainan tersebut.

1. Mendukung Perkembangan Bahasa

Dalam permainan ini, anak-anak akan menggunakan banyak sekali kata-kata untuk menjelaskan tindakan, memberi nama benda, dan mengatur peran. Konteks alami dari penggunaan kosakata dan penyusunan cerita dapat mendukung perkembangan bahasa.

2. Melatih Komunikasi Sosial

Saat bermain bersama, anak dapat belajar menyampaikan ide, mendengarkan orang lain, meminta benda, bernegosiasi, berbagi peran, dan memperbaiki kesalahpahaman. Sebagai contoh, anak harus memperkenalkan benda yang digunakan kepada teman sebayanya untuk memahami dan mengikuti alur permainan.

3. Memberikan Kesempatan untuk Memahami Perspektif Orang Lain

Si kecil yang mengambil peran sebagai dokter, pasien, guru, orang tua, atau karakter lain akan memberikan sudut pandang dari pekerjaan tersebut. Ini meliputi apa yang ia ketahui, rasakan, dan lakukan dalam peran tersebut 

4. Membantu Anak Mengenali dan Mengekspresikan Emosi

Melalui pretend play, anak dapat merasakan pengalaman yang membuatnya senang, takut, bingung, atau penasaran. Ini memberikan ruang aman bagi anak untuk mengenal situasi, mencoba respons, dan membicarakan perasaannya.

5. Melatih Pengendalian Diri

Setiap peran memiliki aturan tidak tertulis, seperti anak yang berperan sebagai pasien harus menunggu giliran untuk diperiksa. Inilah yang membangun tingkat kesabaran si kecil untuk bisa mengendalikan diri.

Manfaat ini dapat dirasakan secara langsung oleh anak yang membuat tumbuh kembangnya berjalan dengan baik. Untuk itu, Anda dapat mengajak anak bermain dengan beberapa ide aktivitas pretend play yang mudah dilakukan.

Ide Aktivitas Pretend Play

Ide aktivitas pretend play yang bisa dilakukan oleh anak dibagi ke dalam beberapa opsi, meliputi:

Usia 1–2 Tahun

  • Menyuapi boneka.
  • Berpura-pura minum.
  • Menempelkan benda ke telinga seperti telepon.
  • Menidurkan boneka.
  • Meniru kegiatan menyapu atau memasak.

Usia 2–3 Tahun

  • Menggunakan balok sebagai makanan.
  • Mengubah kardus menjadi mobil.
  • Bermain dapur-dapuran.
  • Memeriksa boneka menggunakan alat dokter.
  • Meniru kegiatan belanja.

Usia 3–4 Tahun

  • Bermain dokter dan pasien.
  • Bermain sekolah-sekolahan.
  • Membuka restoran pura-pura.
  • Berpura-pura menjadi hewan.
  • Memainkan kembali cerita dari buku.

Usia 4–6 Tahun

  • Membuat pertunjukan boneka.
  • Bermain perjalanan luar angkasa.
  • Membangun kota dari kardus dan balok.
  • Menciptakan karakter dengan kekuatan tertentu.
  • Bermain toko dengan uang, harga, pelanggan, dan aturan.
  • Menyusun cerita bersama teman dalam beberapa adegan. 

Cara Mendukung Anak Melakukan Pretend Play

Terdapat beberapa hal yang bisa dilakukan oleh Anda untuk mendukung pretend play agar berjalan dengan baik. Cara ini memudahkan si kecil untuk tumbuh dan berkembang dengan kemampuan sosial dan imajinasi yang kuat.

1. Ikuti Arah Permainan Anak

Anda dapat membiarkan si kecil menentukan apa yang ingin ia mainkan. Terlibat dalam permainan bukan berarti Anda harus mengatur, karena mengikuti arah permainan anak dapat membantu si kecil berimajinasi.

2. Mulai dengan Mencontohkan Tindakan Sederhana

Untuk anak yang masih kecil, Anda dapat menunjukkan tindakan singkat seperti menyuapi boneka atau membuat suara ketika mobil berjalan. Lalu, berikan kesempatan bagi anak untuk meniru dan mengubah permainan.

3. Gunakan Benda yang Bersifat Open-Ended

Benda open-ended tidak hanya memiliki satu cara penggunaan, tetapi juga dapat digunakan dalam berbagai permainan. Beberapa benda tersebut meliputi kardus, balok, kain atau selimut, mangkuk plastik, kertas, dan alat gambar.

4. Gunakan Pengalaman Sehari-hari

Pada dasarnya, anak-anak bermain berdasarkan hal yang mereka lihat, seperti memasak, membersihkan rumah, atau pergi ke dokter. Anda dapat menggunakan pengalaman sehari-hari ini untuk memudahkan anak-anak bermain dengan imajinasinya.

5. Libatkan Teman Sebaya

Untuk tumbuh kembang yang lebih baik, Anda dapat melibatkan teman sebaya untuk berbagi peran dan menyepakati aturan yang dibuat. Selain itu, si kecil juga akan memahami cara bersabar untuk bermain bergiliran dan menyelesaikan perbedaan pendapat.

Kesimpulan

Pretend play adalah permainan menyenangkan yang dapat melatih kemampuan sosial dan imajinasi anak untuk menjadi sosok yang kreatif serta peduli terhadap lingkungan sekitar. Permainan ini sangat cocok dimainkan sejak anak berusia 2 sampai 6 tahun agar tumbuh kembang menjadi jauh lebih baik.

Untuk pengalaman yang menyenangkan, Anda dapat mengajak buah hati ke Mai Main Playground di Canggu. Area bermain ini dapat mendukung perkembangan sosial si kecil melalui permainan yang dilakukan dengan teman sebaya dan membangun kepercayaan diri melalui permainan pretend play.

image
© Copyright 2026, Mai Main Playground by The Wonderspace